Kisah Sang Pengembara

Image

Nah ini dia…udah sejak lama pengen cari tahu siapa sih Kim Satgat itu? Karena dalam dunia literasi sosok Kim Satgat sangat menonjol dan terkenal di eranya dulu sebagai seorang penulis puisi satir — yang selalu memakai topi bambu dalam pengembaraannya itu.

Dia lahir dari keluarga bangsawan kotor pada masa kerajaan Joseon. Sang kakek Kim Ik-sun menyerah kalah setelah ikut dalam aksi pemberontakan Honggyongnae yang terjadi kisaran tahun 1811-1812, saat itu sistem kerajaan sudah memberlakukan sistem hukuman yang harus juga ditanggung oleh seluruh keluarga pemberontak [Di Korea Utara sistem ini masih berlaku, sementara di Korea Selatan sistem ini tidak digunakan lagi setelah ada reformasi Gabo tahun 1894].

Karena kesalahan sang kakek, ibunya membawa dia untuk hidup di pedesaan, tujuannya untuk bersembunyi dan menyembunyikan identitas buruk keluarganya. Setelah beranjak dewasa, Kim Satgat yang bernama asli Kim Byung-yeon mencoba ikut ujian negara dengan alasan agar kehidupan miskinnya bisa berubah dengan bisa bekerja sebagai pegawai negara. Namun ketika mengikuti ujian itu, ada satu test dimana dia harus menulis puisi yang menghina Kim Ik-sun sang kakek. Di ujian negara tersebut, Satgat masuk rangking pertama. Namun keadaan mejadi terbalik ketika sang ibu menjelaskan kalau puisi satir yang ditulisnya saat ujian itu diperuntukan pada kakeknya. Karena dia dibesarkan tanpa mengetahui asal usul keluarganya, kenyataan pahit itu membuatnya depresi. Entah karena dia tidak bisa menganggung hidup sebagai keturunan kriminal atau kenyataan bahwa semua orang menghina dan mencemooh kakeknya, dia memakai topi bambu [satgat/삿갓] dan membawa tongkat kayunya untuk pergi mengembara.

Kenapa dia dianggap sastrawan paling besar waktu itu karena puisi-puisi double entendre -nya. Double Entendre maksudnya adalah sebuah perkataan yang bisa diartikan dalam dua arti.

Contohnya :

天長去無執
花老蝶不來
secara harfiah berarti

langit – besar – pergi – ketidakberadaan – menangkap
bunga – tua – kupu-kupu – tidak – datang
Aneh bukan???
Tapi kalau diartikan lebih lanjut, puisi yang ditulis dengan tulisan cina itu mengandung 2 arti, yaitu :
1. Sejauh manapun kau pergi, langit adalah sesuatu yang terlalu tinggi untuk diraih.
2. Kupu-kupu itu tidak akan datang pada bunga yang layu.
Sampai saat ini Kim Satgat masih dikenal sebagai sastrawan besar yang karya-karya yang memuji alam dan humanisme,. Dia menekankan egalitarianisme sementara kesinisannya mengkritik keserakahan manusia, tirani resmi dan materialistis Korea yang dimiliki oleh kelas masyarakatnya.

 

written by. Mei