One Sweet Punch [13th Punch!]


Author. Maeve

====================================================================

 

13th Punch

“Apakah setelah ini mereka akan balas dendam?”
Dwight menanyakan apa yang daritadi ingin ku tanyakan pada mereka.
“Sepertinya begitu, aku kira kita harus segera bertindak.” Saran Hero.
“Itu hal yang mudah, hanya saja kita belum tahu maksud Ren itu apa? Tapi, berkat Eugene kita dapat bantuan dari Magnivio jika terpaksa ada perlawanan.” Tegas Abym.
“Benarkah?” Aku senang sekali.
“Kau itu rupanya senang sekali berkelahi ya?!” Sindir Jinnu.
“Urusi saja urusanmu sendiri burung unta!” balasku.
“King kong !”
Keadaan antara aku dan Jinnu sempat memanas, untung saja Sean segera memberikan sesuatu untuk memenangkanku. COKELAT!!Hehe…Aku suka cokelat.
Sean menyuruh Jinnu untuk hati-hati kalau bicara denganku.
Tapi, ada yang tidak senang dengan pertengkaran itu. Aku jadi tidak selera makan cokelat pemberian Sean. Sara sepertinya tidak suka jika aku bersikap seperti itu pada Jinnu, baiklah, aku akan mencoba tidak terlalu dekat dengannya.
“Jinnu, aku bawakan makanan untukmu. Kau suka sup makaroni kan? Makanlah sedikit, aku tahu kau tidak terbiasa makan makanan rumah sakit.” Sara mengeluarkan mangkuk dan termos dari dalam tas bawaannya, lalu menuangkan sup makaroni itu.
“Nanti saja, aku tidak lapar..”
“Tapi supnya pasti dingin jika tidak dimakan sekarang…”
Semua orang balik memandang Jinnu yang diperlakukan seperti seorang suami yang tidak penurut.
Kami semua menahan tawa memikirkannya. Seorang Jinnu yang sok cool di suruh-suruh oleh seorang anak gadis untuk makan?
“Makan sesuap saja…”
Daniel yang terkenal jahil ikutan meniru suara Sara, malah ditambah-tambahi.
“Iya…makan sesuap saja. Aku dengan sepenuh hati membuatnya…Sayang..makanlah…” Daniel bergaya centil di depan kami semua mengoda Jinnu dan Sara.
Aku memandang ke arah Tei. Hanya dia yang tersenyum biasa saja melihat adiknya dikerjai. Sedangkan Sara, wajahnya memerah karena malu…
Dasar, padahalkan sepertinya itu yang diharapkan olehnya?
Dengan begitu, dia sudah memberikan kesan bahwa dia itu kekasih Jinnu. Dasar bocah, cih…memangnya aku tidak bisa baca pikiranmu?
********
Setelah berbincang-bincang, dan semua orang pergi dari kamar kami yang sesak ini. Hanya tinggal kami berdua seperti biasanya.
“Gadis itu cantik, pacarmu?”
“Bukan urusanmu…” Jinnu bangun dari tempat tidurnya.
Aku menahan rasa kesalku.”Heh, kau mau kemana?”
“Kamar mandi, kau mau ikut?”
Kurang ajar, aku kan bertanya baik-baik!
“Aaaaaw…” Teriak Jinnu dari dalam kamar mandi.
“Kau kenapa?”Tanyaku sambil melihat keadaannya.
Jinnu sedang berdiri di depan cermin dengan jubah rumah sakit yang menggantung di sebelah bagian tubuhnya. Sepertinya dia kesulitan untuk membuka bajunya.
“Kau tidak apa-apa?”
“Tanganku sakit, apa bisa bantu aku?”
“Oh…”
Aku langsung membantunya menbuka bajunya.
“Jangan punya pikiran yang aneh-aneh…”Ucapnya padaku saat membantunya buka baju dari belakang. Aku melihat pantulan wajahnya dari cermin. Tubuhnya lebih tinggi dari ku.
“Aku tidak akan memperkosa laki-laki, justru yang ku takutkan itu malah sebaliknya.” Balasku padanya dengan senyum sinis.
“Apa kau mau bersih-bersih?”
“Iya. Badanku lengket semua…aku tidak biasa kotor.”
“Cih…kotor itu baik!” Meniru salah satu iklan di tv.
“Bagi orang sepertimu itu mungkin saja…”
Aduh…Tadinya aku mau menolongnya bersih-bersih…
“Mau ku panggilkan perawat?”
“Tidak, aku tidak suka tubuhku digerayangi orang lain…”
Aduh anak ini?!!
“Panggil aku jika kau butuh sesuatu…hanya aku kan yang tidak terluka parah di lengan?”
Hahaha…aku beruntung darinya.
“Iya…”
Aku segera keluar dari kamar mandi. Ngomong-ngomong, iya juga ya?Aku juga perlu mandi.
********
Di dalam kamar mandi, Jinnu kesulitan melakukan sesuatu karena lengan sebelah kanannya masih sakit akibat pertarungan dua hari lalu.
“Haaahhhh…sial!” Dia kesal pada dirinya sendiri. Dia duduk di toilet. Masa harus minta bantuan gadis gila itu? Pikirnya.
Dia bangun dan bercermin, wajahnya kusam dan rambutnya yang setengah gondrong itu mulai berminyak. Dia mencoba meraih odol dan sikat gigi yang dibawakan oleh Tei ketika hari pertama datang menengoknya.
Cih,…kenapa juga Tei membelikan sikat gigi yang sama untuk gadis gila itu juga? Pake harus ditandai dengan nama lagi?
Milik Eugene…bacanya sambil memukul-mukulkan kepala sikat gigi miliknya pada sikat gigi Eugene.
“Seharusnya dinamai ‘Eugene gadis gila yang terobsesi dengan kekerasan’.” Celetuknya.
Jinnu mencoba mengangkat lengannya untuk menyikat gigi, tapi rasa sakitnya malah menjadi.
“Heh…”
Jinnu membuka pintu kamar mandi dan memanggil Eugene yang sedang menonton tv.
“Apa?”
“Bantu aku?”
Hah! Si pria ‘yang tidak mau digerayangi oleh orang lain itu’ memanggilku.
“Mau apa?”
Aku masih duduk di tempat tidurku.
“Bantu aku…”
“…..”
“….”
Aku masih duduk di tempatku.
“Heh, aku memberimu ijin untuk menyentuhku.”
Aku langsung tersenyum licik melihatnya.”Jadi, aku bisa melakukan apapun yang ku mau dengan tubuhmu itu?”
Dia menatapku dengan aneh, tatapannya seperti tatapan menyesal telah meminta bantuanku.

*********
“Diam…nanti busanya kena mata!!”
Aku sedang mengeramasi rambutnya di wastafel. Jadi ingin tertawa karena kali ini dia menuruti parkataanku.
“Pelan-pelan, kau ini sedang mengeramasi orang. Bukan mau buat kue!! Bisa-bisa kulit kepalaku terkelupas…”
Aku mengangkat tanganku yang masih penuh dengan busa.”Kalau kau terus-terusan merengek seperti itu…kerjakan sendiri. Aku pergi…” Ancaman itu selalu berhasil untuk adikku.
Saat mau melangkah…
“Heh!!…Iya, aku akan diam. Tapi pelan-pelan…sakit!!”
“Serahkan padaku…”
Berhasil!!
Setelah keramas, aku mengelap tubuhnya dengan handuk air panas. Kali ini, aku dan dia saling diam. Ah, ini namanya keterlaluan. Tubuhku sekarang seperti sedang demam tinggi, entah karena uap air panas yang ada di ember kecil itu atau karena aku sedang mengelap tubuhnya yang…Ok! Tubuhnya yang pantas dilihat…
Sixpack…
Kulitnya yang putih…
Bahunya yang lebar…
Dadanya yang bidang…
Air liurku sepertinya mengalir deras….
Dan, dan kali ini…aku melihat wajahnya yang berbeda jauh dengan Tei yang lembut. Wajah Jinnu dulu terkesan dingin, kali ini saat melihatnya dari dekat seperti ini, malah seperti wajah anak kecil yang tidak berdosa.
Aduuuh…ada apa denganku?
Kenapa tiba-tiba aku melihatnya sebagai seorang laki-laki?
Waaah gawat! Ada sesuatu yang aneh dalam otakku??
Tei….yang kau sukai itu Tei, Eugene. Ingat itu!

#Jinnu side story#
Baru kali ini aku memperbolehkan seorang gadis membersihkan tubuhku. Gadis itu bernama Eugene…
Gadis yang menyukai kakak tiriku, Tei. Dia itu lebih galak dari singa. Kerjaannya menantang semua orang untuk berkelahi dengannya, entah untuk menunjukan siapa yang lebih kuat atau hanya untuk iseng saja, aku jelas-jelas tidak tahu?
Tapi, entah kenapa ada yang aneh dalam diriku?
Seperti habis makan sesuatu yang membuaku tersedak dan tidak bisa bernapas.
Perasaan apakah ini?
Gadis ini selalu bersikap seenaknya sendiri, mana mau Tei dengan gadis galak seperti ini?
Sial…kenapa kami berdua selalu beradu pandang?
Aku dengan jelas bisa melihat wajahnya, aku baru tahu kalau dia punya sepasang mata yang bundar, lucu.
Apa?! Sepertinya barusan aku baru saja memujinya.
Tidak! Tidak! Ini bukan seperti yang aku harapkan?
Rambutnya juga indah…
Hentikaaaaaaannnn!!!
#Jinnu side story 1 closed#

“Heh, apa kau bisa bantu aku bersihkan janggutku?”
“Kau itu keterlaluan, tahu tidak?”
“Bekerja itu harus sampai beres!”
“Kau hutang makanan enak padaku, mengerti!”
“Iya. Aku akan mentraktirmu nanti jika sudah keluar dari rumah sakit.”
“Apa kau bawa foamnya?”
“Hmm…” angguk Jinnu.
Dan aku sekarang sedang memegangi wajahnya.
Sial. Kenapa anak ini begitu tampan?
Bibirnya juga berwarna merah seperti strawberry…
(Apa sekali lagi aku harus mengelap air liurku? Ok, dia sempurna!!).
Aku menyuruhnya mengangkat wajahnya sdikit lagi…
Tadi, aku baru saja melihat bibirnya. Masih tersisa hidung dan matanya…
Waaahhh, apa yang sebenarnya aku lakukan!!! (Aku tahu reaksiku terlalu berlebihan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s