One Sweet Punch [14th Punch!]


 

14th Punch

Akhirnya hari ini aku diperbolehkan keluar, tapi Jinnu masih harus dirawat karena lengannya masih belum sembuh. Kata dokter dia harus di sini sekitar dua hari lagi. Kasihan sekali orang itu…
Aku bisa melihatnya merasa jengkel melihatku membereskan barang-barang.
Tiba-tiba ada suara yang membuatku senang sekaligus takut dari pintu yang terbuka lebar itu.
“EUGENE…”Suaranya tenang tapi dalam.
Itu suara nenekku.
Ah, kenapa beliau datang??!!
Hanya dalam hitungan detik, tangan nenekku sedang berusaha untuk mencekik leherku.
“Kau itu selalu saja bikin cemas orang?! Kau tahu, gara-gara Yuna memberitahukanku kalau kau masuk rumah sakit dipukuli orang. Aku jadi tidak bisa ikut lomba maraton di Praha!!”
Iya, bukankah aku sudah bilang? Semua wanita dikeluarga kami itu wanita perkasa. Nenek ku lah pelopornya. Usianya sekarang 70 tahun tapi masih bisa keliling dunia untuk ikut lomba maraton, sejak muda beliau menabung hanya untuk bisa melakukan hal yang disukainya.
Masih dengan keadaan tercekik, aku berusaha untuk melepaskan tangannya yang membelit leherku.
“Nneeee…neeeeK!!…Lepaskan…Aku tidak bisa bernapas….!!Jinnu…tolong aku!!”Aku melambaikan tangan ku padanya tergesa-gesa. Tapi dia malah tersenyum dan balas melambaikan tangan sepertinya dia senang jika aku mati dari tempat tidurnya.
“Oh… flower rock!!” Nenek ku menghentikan aksi gilanya setelah melihat Jinnu.
Nenek kelihatan senang sekali…
“Kenapa ada pria tampan satu bangsal denganmu, anak jelek?”
Anak jelek?
Aku bisa melihat Jinnu kegirangan dari sini!!
Nenek jahat…jelek-jelek begini, aku cucumu juga kan??
Jinnu langsung bangun dan memberi salam layaknya seorang anak baik-baik.
Nenek ku langsung menepuk-nepuk bahunya…
“Sopan sekali…jarang sekali ada anak muda sepertimu.” Pujinya.
“Terimakasih…silakan duduk, nek!”
Cih…Nek? Heh…memangnya dia nenekmu apa?
Aku memeriksa leherku yang masih sakit…
“Iya, nenek duduk…Aduh, manisnya. Nenek jadi ingat kakekmu dulu…kakekmu mirip dengan Bob Dylan.”
Bob Dylan? Siapa itu?!
Jinnu hanya tersenyum.
“Heh, nenekmu datang kenapa tidak bawakan minum?” suruhnya.
“Heh, dia itu nenekku!”
“Jika nanti kau pacaran dengan kakak ku berarti beliau juga nenekku, benar kan?”
Jika dia tidak bawa nama Tei, huh…aku pastikan dia masuk ruang gawat darurat lagi!
“Iya…aku bisa jadi nenek siapa saja!”
Aku mengeluarkan minuman kaleng dari dalam tasku dan kuberikan pada nenek.
“Aku sudah tidak apa-apa. Jadi nenek pulang saja lagi sana, buat apa buang uang hanya untuk menengokku kemari…”
Setelah aku berkata seperti itu, keanehan terjadi. Nenek ku tiba-tiba menangis…
“Aku datang menengok cucu ku, tapi dia malah tidak mau ku tengok?” Nenek terisak-isak.
Aku dan Jinnu saling bertukar pandangan.
Aku jadi merasa bersalah…
“Nenek…maaf. Bukan maksudku…” Aku berusaha tertawa.”Haha..aku senang nenek datang, kita bertiga jadi bisa main sama-sama…motor nenek masih ku simpan dengan baik, setiap hari ku bersihkan dengan seksama…” aku ini bicara apa??
Nenek mengusap air matanya dan kemudian berdiri.
Aku dan Jinnu berdiri berdampingan. Aku melihat senyum nenek ku…
Kemudian dia menjedukkan kepalaku dengan kepala Jinnu berbarengan.
“Aku traktir kalian makan sate…” tanpa ekspresi, nenek ku keluar dari pintu mengajak aku dan Jinnu untuk pergi keluar.
“Nenekmu aneh…” Jinnu memegangi kepalanya yang sakit karena perbuatan nenek ku.
“Dia juga kan nenek mu!!” Ujarku tersenyum licik meninggalkannya seorang diri…
“Nenek…tunggu!!”
Aku melihatnya segera mengganti jubah rumah sakit dengan kaos oblong dan berlari menyusulku.
“Kau mau kemana?”
“Aku suka sate!”
Dasar…bilang saja kau bosan dan ingin keluar dari sini?

********
Kami bertiga duduk di warung sate yang tidak jauh dari rumah sakit.
“Nenek, sehabis Praha mau kemana lagi?”
Tanyaku sambil mengigit sate.
“Mungkin Inggris…di sana nenek mau menghabiskan masa tua.”
“Keterlaluan…cucumu ini ada di sini, masa ingin menghabiskan masa tua di negara orang lain? Apa nenek pernah bayangkan berapa ongkos untuk pergi kesana jika ingin menengok?”
Nenekku langsung menjitak kepalaku.
“Aww…”
Jinnu tersenyum melihat tingkah kami berdua, aku yakin jika ada Yuni, adikku. Pastilah dia akan mati tertawa puas melihat kelakuan aneh keluargaku.
“Maaf, tadi kalau tidak salah…Eugene bilang kalian hanya bertiga? Lalu, ayah ibu Eugene?”
“Kenapa jadi ingin tahu keluarga ku? Punya maksud melamar salah satu dari kami?” Tanyaku sambil bercanda.
Nenek pasang wajah serius…
“Mereka berdua sudah tidak ada di sini…”
Tapi, dari nada nenek berbicara. Seperti mereka sudah meninggal saja?
“Nenek…jika nenek bicara seperti itu, dia pasti berfikir bahwa ayah dan ibu sudah meninggal!”
“….”
“….”
Jinnu memang berfikir seperti itu…
“Jadi…?” Tanyanya ingin tahu.
“Mereka berdua dokter, dan sekarang sedang sekolah di Jerman. Mereka ingin jadi dokter bedah.”
Sekilas aku melihat senyum diwajahnya…
“Oh iya, apa nenek sudah bertemu Yuni?”
“Iya…”
“Kapan nenek pergi lagi ke Praha?”
“Maratonnya sudah selesai, untuk apa nenek pergi ke sana lagi…” Nenek sedikit kesal.”Tenang, nenek juga tidak akan merepotkan kalian dengan berada disini. Mesir, kali ini Mesir. Nenek ingin sekali melihat Piramid, Spinx dan juga naik onta. Menyenangkan bukan?” Nenek tersenyum senang.
Aku juga ikut bahagia melihat nenek bersemangat seperti itu.

***********

Setelah kejadian tersebut, kami semua sedikit merasa tenang karena tidak ada kabar tentang Ren akan melakukan serangan balasan. Tapi tentu saja kami semua harus waspada.
Yang aku khawatirkan kali ini adalah Mina, dia jadi jarang terlihat di kelas atau pun pada jam makan siang. Ah, aku hampir gila karena memikirkan ada apa dengannya?
Aku keluar ke beranda kelas, mataku tertuju pada sekumpulan anak laki-laki yang duduk dibawah pohon rindang yang besar. Jinnu, Sean, Abym, Daniel, dan Hero berada di sana. Hehehe, pasukan Power Rangers penjaga kedamaian bumi. Aku baru sadar, jika tidak ada kejadian seperti itu. Aku kira hubungan setiap klub olahraga tidak akan akrab seperti ini, melihat mereka berkumpul dan bercanda, membuatku senang. Tapi, sepertinya yang lebih senang itu anak-anak gadis yang memuja-muja para ‘flower rock’ itu. Dulu mereka hanya bisa melihat pemuda-pemuda ganteng itu berpisah-pisah, kali ini mereka sudah layaknya boyband.
“Menyebalkan…”
“Apanya yang menyebalkan?”
Aku menenggok ke samping, ternyata itu Tei. “Itu, anak-anak itu…” menunjuk ke pasukan Power Rangers. “Untungnya Tei tidak ikut-ikutan tentang masalah ini…aku jadi tidak khawatir.”
“Aku tidak suka berkelahi, tubuhku juga tidak kuat seperti mereka. Kau lihat sendiri kan kalau aku selalu kalah dari Jinnu?”
“Itu karena kau tidak bersungguh-sungguh menghajarnya. Saat itu kau membuatku kalah taruhan dari Sean!”
“Taruhan?”
“Iya…hahaha…aku bicaranya keterlaluan ya?”
“Tidak…bukankah aku sering bilang kalau kau itu unik Eugene, jika kau tidak berteriak, mengomel, dan berkelahi…berarti kau tidak menjadi dirimu sendiri. Seharusnya kau bangga, tidak semua orang bisa sebebas dirimu.”
“Benarkah? Whuahahaha…mendengar kau memujiku aku jadi bersemangat!!”
“Oh, iya…aku datang ke sini untuk mengucapkan terimakasih sudah membantu Jinnu saat di rumah sakit. Sedikit banyak, kau bisa membuatnya tersenyum.”
“Aku membantunya karena kasihan…”
“Aku tahu itu.” Tei tersenyum mendengar alasanku.
“Oh, iya…Tei. Tentang gadis itu?”
“Gadis yang mana?”
“Ah, bukan apa-apa. Anggap aku tidak pernah bertanya?”
Gadis yang bernama Mina yang ingin aku tanyakan padamu, pacarmu yang meninggal dunia itu. Gadis yang sangat ingin sekali ada disampingmu, aku ingin tahu lebih banyak tentangnya. Tei sebelum pergi, dia sempat tersenyum lagi padaku. Senyumannya, kenapa senyumannya tidak sama lagi dihatiku? Dulu jika aku melihat senyumannya, hatiku berbunga-bunga dibuatnya.
Mina….kau ada dimana sekarang?? Aku benar-benar membutuhkanmu…

“Aku sudah tahu kau pasti goyah, sekuat apapun aku berusaha agar Tei menyukaimu, pada akhirnya kau sendiri harus memilih jalanmu sendiri, Eugene. Waktuku tinggal sedikit lagi, meskipun kedatanganku pada awalnya hanya untuk berterimakasih, tapi semenjak aku tahu kalau kau menyukai Tei. Aku jadi ingin mencampuri perasaanmu. Maaf kan aku…” Ujar Mina yang sedari tadi berdiri disampingnya.
Aku bukan esper sepertimu Mina, makanya tolong aku???

*******
“Jinnu!” Sara menghampiri Jinnu yang sedang duduk bersama dengan yang lain.
“Jinnu, istrimu datang.” Ejek Daniel padanya. Dengan pandangan dingin seperti biasanya, Jinnu tidak menggubris kedatangannya.
“Aku ingin bicara denganmu?”
“Aku sibuk.”
“Jinnu, apa kau ini memang tidak punya perasaan? Meskipun kau tidak menyukai ku setidaknya jangan mengacuhkanku. Apa ini karena gadis itu? Eugene?! Benar kan? Sifat mu berubah setelah mengenalnya.”
“Apa yang sedang kau bicarakan? Kau mau bicara?! Baik kita bicara, tapi jangan disini. Pulang sekolah tunggu aku di Laluna, baru kita bicara.” Ucapnya dengan nada serius. Sara menggigit bibirnya karena kesal dan segera meninggalkannya dari tempat itu.
“Heh, bocah sombong. Kalian sedang bertengkar ya?” tanya Hero yang akhirnya bicara juga.
“Bukan urusanmu.”
“Jinnu, apa kau dan Eugene, setelah keluar dari rumah sakit apa yang terjadi? Kalian pacaran ya?” Sean mencoba mengambil kesimpulan sendiri.
“Antara aku dan gadis gila itu tidak ada apa-apa! Dia suka pada kakakku.” Ujarnya membela diri.
“Sean, kau dan Eugene berteman sudah lama kan? Apa dia selalu naik darah seperti itu?” tanya Daniel penasaran.
“Tidak juga. Aku rasa, perubahannya yang ekstrem itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Ketika terjadi kecelakaan pada pertandingan judo divisi selatan, secara tidak sengaja Eugene membanting lawannya menukik dengan bagian kepala jatuh terlebih dahulu. Lawannya itu langsung dilarikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri. Dia sangat terpukul ketika mengetahui bahwa lawannya jadi cacat, sejak saat itu dia berubah. Aku sebenarnya sampai detik ini khawatir, dia lebih memilih menutupi rasa bersalahnya dengan bertingkah aneh seperti itu.”
“Kecelakaan dalam cabang olahraga beladiri yang kita tekuni selalu ada kan? Itu bukan salahnya.” Abym mengomentari dengan bijak.
“Aku sudah berkali-kali mengatakan hal itu padanya, tapi biarlah…mungkin dengan bertingkah seperti itu dia lebih merasa bebas.” Jelas Sean sekali lagi.
“Oh, iya…apa kalian sudah pernah kuberitahu kalau Eugene menolong korban kecelakaan lalu lintas juga? Waahhh, anak itu berani menghadang maut karena sebentar lagi api menjalar membakar mobil. Tapi keberaniannya itu bukan main-main, dengan kekuatan besar yang menyangkut di tubuh kecilnya itu dia berhasil mengeluarkan dua korban kecelakaan dengan selamat, bak pahlawan anak itu malah kabur dari TKP.”
Anggota Power Rangers itu terkesima mendengar cerita Sean tentang Eugene, cerita Sean tersebut merubah pandangan mereka terhadap Eugene yang pada awalnya mereka kira hanya murni gadis gila yang suka kekerasan.

******
Woaaaahhhmmm…aku bosan!! Seharian ini aku tidak melihat Mina.
“Ketua kelas, boleh aku lihat daftar absen?”
“Kenapa tiba-tiba tertarik dengan daftar absen?” tanyanya seraya memberikan buku absensi kelas padaku.
“Mina tidak masuk hari ini, makanya aku penasaran kau tulis apa diabsensi anak itu.”
Ketua kelas sedikit mengernyitkan keningnya, “Mina? Siapa Mina?” ekspresi wajahnya benar-benar seperti tidak mengenal Mina.
“Kau bercanda ya? Mina, teman sebangku ku.”
“Teman sebangku? Sejak semester yang lalu kita duduk sendiri-sendiri, bukannya kau termasuk salah satu orang yang mengusulkan hal itu?”
Aku seperti seseorang yang baru bangun dari mimpi yang berkepanjangan setelah mendengar bahwa tidak ada siswa dikelasku bernama Mina dan duduk sebangku denganku. Aku mengingat wajahnya, senyumnya, dan juga kelakuannya jika bicara denganku. Mina, Mina, Mina??
“Ah, benarkah? Hahahaha…tentu saja tidak ada yang namanya Mina. Ketua kelas, aku hanya main-main.” Aku langsung menyembunyikan keadaanku yang sebenarnya dengan sebuah tawa. Setelah pelajaran selesai, aku pergi ke ruang guru mencari informasi tentang siapa pun yang bernama Mina. Meskipun ada nama yang mengandung kata Mina, tetapi saja foto orang tersebut bukanlah Mina yang ku kenal. Tidak ada Mina disekolah ini.

“Sejujurnya, aku ini hantu…hanya kau yang bisa melihatku. Aku juga membuat mereka menganggapku ada, jadi saat kau bicara denganku kau tidak perlu dianggap harus masuk rumah sakit jiwa. Hantu jaman sekarang lebih hebat dan canggih, kau pasti tidak tahu hal itu kan??”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s