Sejarah Korea 104: Hwarang part. 1


Sumber http://www.hwarangdo.com/hwarang.htm

Rangkuman dari laman situs diatas. Kegunaannya, gara-gara Seondeok jadi pengen tahu apa yang terjadi pada masa dinasti Shilla, bukan hanya pada pemerintahan Seondeok tetapi secara keseluruhan.

Dan gue berdoa supaya ada produser sama sutradara yang gak katro, belajar dari drama ini supaya bisa membangkitkan semangat untuk membuat sebuah drama kolosal sejarah Indonesia seperti Gajah Mada, rival Seondeok Mpu Sendok, atau kisah kolosal kerajaan Indonesia lainnya, tapi jangan pake CG yang berlebihan. Kenapa? Karena gue yakin klo anak-anak jaman sekarang gak tau siapa mereka. Kita bisa menghargai sejarah bangsa lain, tapi sejarah epik bangsa sendiri sedikit terlupakan. Coba kalo dikemas semenarik cerita kolosal dari Korea, dan juga China[cerita sejarah asli ya, bukan kolosal biasa] pasti banyak yang suka.

Pendahuluan:

Para pelajar menafsirkan Hwarang sebagai sebuah kelompok pemuda pejuang gagah berani yang berjasa mempersatukan seluruh wilayah semenanjung Korea. Mereka direkrut dari anak-anak pejabat yang paling tampan, didandani dengan riasan wajah, berbaju indah. Mereka dipanggil dengan sebutan Hwarang, yang dihormati oleh semua orang dan punya pengikut sesama pejuang dari negaranya.

KISAH HIDUP PARA KSATRIA HWARANG:


Pada masa pemerintahan Raja Jinheung

Wónhwa [kelompok ksatria wanita pertamakali sebelum Hwarang]


Wónhwa dari Samguk Sagi 04:40, Terjemahan: Peter H. Lee: Sourcebook Peradaban Korea, vol.I, Pers Universitas Columbia, New York, 1993, p.101-102. “Wonhwa (Bunga Asli) terlebih dulu diberikan di istana (Sóllang pertama) pada tahun ketiga puluh tujuh (576) King Chinhúng [Jinheung].” (Haedong Kosúng Chón mengatakan “Wónhwa terlebih dulu dipilih sebagai Sóllang”, Lee, Peter H.: Jiwa Rahib Ulung Korea, Haedong Kosúng Chón, P,66).

Mulanya Raja dan pejabatnya dibingungkan oleh masalah bagaimana cara menemukan orang berbakat. Mereka menginginkan untuk membuat orang -orang bercita rasa tinggi berkelompok agar mereka bisa mengawasi kelakuan mereka dan mengangkat orang yang berbakat hingga penempati posisi untuk bertugas.

Oleh karena itu, dipilihlah dua orang gadis cantik bernama Nammo dan Chunjong, berikut sekitar 3000 orang pengikut dibelakang mereka. Tapi pada akhirnya kedua gadis tersebut malah berkompetisi satu sama lain. Chunjong membujuk Nammo ke rumahnya, menyuguhkan anggur hingga mabuk, dan membuangnya ke sungai. Chunjong dihukum mati karena perbuatannya itu. Kelompok mereka jadi saling bertentangan dan bubar.

Kemudian, untuk menggantikan mereka, dipilihlah kumpulan anak-anak muda berwajah tampan. Wajah mereka dirias dan juga berpakaian indah, mereka dihormati sebagai Hwarang, dan kemudian pengikutnya makin banyak seperti awan yang berarak.

Kaum muda tersebut mengajarkan satu sama lain tentang cara dan kebajikan, menghibur satu sama lain dengan lagu dan musik, atau pergi menaklukan gunung dan sungai yang paling jauh. Banyak yang bisa dipelajari dari peran seorang laki-laki dengan menyaksikannya dalam aktivitas seperti ini. Yang kemampuannya unggul direkomendasikan ke pengadilan. Kim Taemun, di Hwarang Segi-nya (Catatan Sejarah Hwarang), berkata: : “Seterusnya menteri dan pejabat setia dipilih dari mereka, dan begitupula jenderal dan tentara yang pemberani lahir pula dari mereka.”

Dalam penjelasan Choe Chiwon dalam kata pengantar kepada Nallang Pi [seperti yang tertulis dimonumen Ksatria Nan], “Ada banyak sekali jalan yang menakjubkan sekaligus misterius didalam negara, yang disebut Pung’nyu. Yang keasliannya tertuang dalam institusi mendetail sebagai bagian sejarah dari Hwarang. Dengan mereka memeluk ajaran 3 ajaran yang dipelopori oleh Konfusius bahwa seseorang harus berbudi pada kedua orang tua dan setia pada kerajaannya, serata mengikuti ajaran Lao Tzu;bahwa semua orang yang berada di dalam rumah harus bisa menjaga tindak-tanduknya dan juga belajar untuk diam, dan satu lagi ajaran dari seorang pangeran dari India tentang setiap orang harus menghindari perbuatan jahat dan lebih banyak menanamkan benih kebajikan.”

Terbentuknya Hwarang adalah untuk salah satu cara untuk memudahkan raja memerintah kerajaannya, menurut Hwarang Segi dari jaman Wonha hingga akhir dinasti Shilla ada lebih dari 200 orang ksatria, dari ‘Empat Ksatria’ yang paling bijaksana [Namnang, Sullang, Yongnang, dan An Sang]

Sorwon-nang

Note: Asumsi gue, ini Solwon-rang yang jadi kekasihnya Mishil dalam drama. Dan ada yang bikin bingung, sebagian catatan menyatakan kalo Mishil itu cuman tokoh rekaan dalam masa jabatan Raja Jinheung. Tokoh Mishil mengacu pada karakter Wonha Chunjong yang dihukum mati karena membunuh Wonha Namnang. Kedua orang wanita itu adalah ksatria.

“Pada mulanya, Sorwon-rang dibuat menjadi seorang Gukseon* [seseorang yang dianggap abadi/menuju kedewaan dalam sebuah negara]– ini awal mula Hwarang menjadi sebuah badan institusi. Kemudian sebuah monumen didirikan di Myeongju, kini raja memiliki orang untuk menahan segala kejahatan/menolak bala dan melakukan kebajikan, membuat rasa hormat pada atasan dan baik pada bawahan.Untuk hal itu maka lima cara diturunkan secara terus menerus [kebaikan, kebajikan, kepantasan, kebijaksanaan, dan kesetiaan], enam sastra [tatacara, musik, panahan, kepandaian menunggang kuda, kaligrafi, dan ilmu pasti], tiga guru dan enam menteri mulai digunakan.” Samguk Yusa. Terjemahan: Peter H. Lee: Sourcebook Peradaban Korea, vol.I, Pers Universitas Columbia, New York, 1993, P,91.

Sadahan dan Mugwan-nang

Sadaham terlahir dari keluara ningrat, dan bukan hanya itu saja, dia pun keturunan dari penguasa Shilla sebelumnya, tetapi pangkat ningrat miliknya adalah pangkat ningrat eksklusif Shilla yang disebut Jinggeol[chingeol], istilah ‘sistem tulang pangkat’ Samguk Yusa 04:39; 44:417-418.

Sadaham masih berusia lima belas tahun ketika menjadi seorang Hwarang dibawah pimpinan raja Jinheung, dan sudah mempunyai bawahan[Rangdo] sekitar ribuan orang, yang dia sendiri gunakan untuk kepentingannya.

Pada masa itu (562 AD) raja memerintahkan Isabu untuk menyerang salah satu kerajaan utara. Sadaham memohon pada rajanya untuk diijinkan memimpin penyerangan terlebih dahulu. Karena melihat usianya yang masih sangat muda, raja awalnya tidak menyukai ide tersebut, namun akhirnya menyetujui karena bisa mendemontrasikan keberanian dari kaum muda Hwarang. Beliau memasukan Sadaham sebagai komandan dalam penyerangan tersebut.

Sadaham kemudian membujuk Isabu untuk membiarkan dia dan pasukan besarnya membuat penyerangan pertama di benteng Chondallyang. Sadaham orang pertama yang berhasil mencapai gerbang utama dan hasilnya adalah pertempuran awal yang tidak terelakan.

Untuk keberaniannya Raja Jinheung memberikan 300 orang budak hasil tawanan perang, tetapi Sadaham memberikan mereka kebebasan dan meminta mereka berubah haluan untuk melakukan sesuatu yang baik. Sadaham tidak meminta imbalan dengan perbuatannya itu. Karena didesak oleh keluarga kerajaan, dia hanya mengambil hadiah tanah. Seluruh bangsa mengagumi perbuatannya itu.

Tak lama kemudian, ketika Sadaham berusia 17 tahun. Temannya Mugwan-nang meninggal dunia. dari kecil mereka sudah dekat dan bersumpah bersahabat hingga mati. Sumpahnya tersebut adalah, jika salah satu dari mereka ada yang mati terlebih dulu dalam pertempuran. Maka satunya lagi harus bunuh diri. Sadaham ketika mengetahui kematian sahabatnya jatuh dalam duka dan berkabung. Dia menolak untuk tidur dan makan selama 7 hari, dan meninggal di hari ketujuhnya.

note: Dalam drama, Sadaham adalah cinta pertama Mishil. Makin baca dan mengerti sejarah Hwarang, makin yakin kalau Mishil emang tokoh rekaan. Karena ada dua versi Hwarang segi, dan masih perlu dibuktikan secara otentik oleh para sejarahwan Korea masa sekarang.

Kita dapat melihat dari kisah ini, pada awalnya Hwarang tidak ditugaskan untuk terjun ke medan perang untuk bertarung, tetapi ketika Sadaham mendemontrasikan keefektifan seorang aristokrat Hwarang dalam memotivasi pasukan Shilla dalam perang, makin banyak cerita bagaimana Hwarang kini berjuang demi negaranya.

Paegun

Paegun menjadi Hwarang di usia 14 tahun dan telah menikah. Tentang Paegun ada dalam kisah Samguk Sajoryo, yang dirangkum dari buku dari generasi sebelumnya Tongguk Tonggam. Buku Taedong Unbok Kunok yang dibuat oleh Kim Mun Hee (1588) terdapat artikel tentang Wonha, Hwarang dan Gukseon. Dalam buku tersebut terdapat perbedaan catatan sejarah yang menyatakan, Paegun adalah Gukseon dalam masa pemerintahan Raja Jinpyeong dalam usia yang masih sangat muda 14 tahun.

Pada masa pemerintahan Raja Jinjji

Miri-rang dan Buddha Maitreya

Pada masa ini Hwarang dapat diasosiasikan dengan Budha Maitreya [Buddha masa depan]. Salah satu tujuan Hwarang adalah menjadikan dunai sukawati dimana dunia ini terlepas dari kekejaman perang, penyakit dan masalah keduniawian lainnya. setelah pangeran Geummyeong menjadi Raja Jinjji (576-579), hubungan antara Hwarang dan kepercayaan pada Budha Maitreya menjadi lebih solid, seperti yang bisa kita liat dari kisah Samguk Yusa:

Dalam masa pemerintahan Raja Jinjji (576-579), seorang biarawan Chinja ( Chogn-ja)dari biara Hungnyun terus meminta doa dihadapan patung Budha Maitreya. “Oh, Budha Maitreay…tolonglah segera berinkarnasi menjadi seorang Hwarang agar aku bisa bersama dan berbakti pada-Mu!” Doanya yang tulus itu diketahui oleh Budha Maitreya, dan diberi mimpi tentang kedatangan seorang pendeta yang mengatakan,”Jika kau pergi ke biara Suwon di Ungchon (sekarang Kongju) kau akan mendapatkan titah Maitreya.” Chinja yang kaget langsung berdiri dan memberi hormat. Keemudian melangusngkan perjalanan 10 hari untuk menemukan maksud mimpi tersebut.

Setelah sampai di biara Suwon, dia disuruh untuk pergi ke gunung Chon untuk mendapatkan titah Maitreya. Namun rupanya dia melewatkan titah tersebut, oleh karena itu dia kembali lagi ke biara. Setelah satu bulan, Raja Jinjji mendengar kisah itu dan menaykan tentang keotentikannya.

Chinja mencari pemuda yang dimaksud sebagai titah dari Buddha Maitreya di sebuha desa. Dia menemukan seorang pemuda tampan sedang bermain-main di bawah pohon di biara paling utara Yóngmyo.

Chinjam endekatinya dan bertanya, “Kamu Maitreya. Dimana rumah, dan siapa namamu?”

“Nama ku Miri, tapi aku tidak punya nama depan karena orangtuaku sudah meninggal ketika masih kecil.” Jawab pemuda itu.

Kemudian Chinja membawa anak itu ke dalam istana. Raja menyukai dan mengasihinya, oleh karena itu dia dijadikan seorang Gukseon.

Miri mampu menjaga keselarasan dengan para pemuda lainnya, kepantasan dan juga caranya mengajar tidaklah umum. Dia terbukti lebih menonjol baik dalam kebijaksanaan dan kepatuhannya. Dia mengajarkan Hwarangnya tata cara sosial, musik dan lagu serta berlaku patriotik, mengangkat nama Hwarang hingga level tertinggi. Setelah tujuh tahun dengan karir yang cemerlang, dia menghilang ke dunia Sin-son [tanah para jiwa], meninggalkan Raja dan para Hwarang miliknya berkabung.

Chinja masih bersedih, tetapi berhasil menjaga Hwarang milik Miri, dia menanamkan kepercayaan dengan ketulusan hati. Dan tidak diketahui bagaimana Chinja meninggal dunia.

bersambung ke part.2


8 thoughts on “Sejarah Korea 104: Hwarang part. 1

    • tenang,,,saya jg lg ngetik part 2 dan di situ ada penjelasan panjang x lebar tentang Kim Yu Shin. hanya saja tidak disebutkan siapa istri yushin. yang ada cuman hubungan persahabatan yushin hanya dengan kim chun chu, kemudian chun cu menikahi adik yushin, dan yushin menikahi kakak/adik perempuan kim chun chu. Ada juga yang mengatakan kalau Yushin jd king of consortnya seondeok, dalam artian dia raja tapi gak punya hak dalam mengatur pemerintahan –> mengacu seperti dalam drama.

      sabar ya…nanti sy cari tentang samguk yusa/samguk sagi….sapa tau ada ceritanya soal Seondeok lebih jelas.

    • tapi bidam beneran cinta mati loh sama deokman,,,malah deokman yg tadinya mati rasa jd punya keinginan buat bersatu sama bidam. cm….yah gak mo ngasih spoiler😦 hehe.

  1. aq pngen tau lbih banyk doNk tntng bidam(sjrh asli’a) ,biz mnurt q dy tuh krakter yg mnarik,,
    yah wlpn dml drma’a brkhr dng trgiz py tu jstru nambh rsa pngen tau q tntng dy,,,!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s