Stars Falling From The Sky

Does someone watching this hilarious and heartwarming drama?

Well, at first I’m being skeptical that this one might drown to my sink just like other ‘fun’ drama. But after I watch one episode, I’m craving to watch more and today I finish watching until episode 8 ~ grrrrr…I have to wait for another week to catch up! I love it ❤ ❤

My first impression…I hate Jin Pal Kang [Choi Jung-won] she’s 25 but act like she was 10. Dreamy is alright, but if too over dose…it’s a plain moron.

She live with her big chaotic family consist a good hearted mom and doctor dad, also 5 adopted siblings. Even they always quarrel each time dealing with their irresponsible daughter and older sister, basically they are such a warm and loving family.

I found her very immature and embarrassing — the way she throw herself just to attract the man she fall for 5 years just to secure her vivid dream.

She dream that he would fall in love with her when she had this epic scenario’s about she play double role as a maid and a lover to his prince charming Won Kang-ha, the perfect prince charming. Even he always rudely demised her, she still idolizing him…well, she’s kinda pathetic. If you watch, you’ll know what I mean ~ hehe.

But in the real world…that perfect prince charming gives me an UH-OH! HE isn’t perfect. He’s cold, he’s rude and he’s snobby [but I can forgive him because he’s such a hottie and always gime me a fan service~abs… 😉 ]

He’s sooooo different from his younger brother Won Jun-ha [Shin Dong-wook], he might look like a playboy but his heart is a heart of an angel.

After watching it. I realize ~ well, not only me who think that it has a similarity with ‘Shining Inheritance’ and also a little bit of  ‘You’re Beautiful’— both aired on SBS. But the difference about this show with Shinning Inheritance, the story isn’t draggy between the strings tragic event that cast the Jin family under a hardship life after their parents died of a [premature]car accident. The ‘You’re Beautiful’ thingy is the characters on the guy side.

SFFTS

AN.JELL

I see Kang-ha resemblance of Hwang Tae Kyung, the ‘don’t touch me and my things– can you please get the hell out of my room– don’t show YOUR face in front of me or you die’, but Hwang Taekyung has a soft spot in his heart while Kang-ha seems don’t give a damn![BTW, their bathroom is Hwang Tae-kyung bathroom :p]

Won Jun-ha and  Shin-woo. Both are ideal type of a perfect prince charming, but for the story itself — we know how it will go right? Second lead guys always dump in the end by the girl. Because the girl love the bad guy turn her own prince charming. I hate this shift from rooting second lead guy to be together with the girl…but I’m enjoying the fact that the main lead guy open up his heart, falling in love and try his best to protect her as much as the second guy did to her.

Taegyu and Jeremy. When I thought Jeremy was a cute weird one, Taegyu is even weirder but cute on his own thought. I love the way he always jump into conclusion that makes everyone cringe every time he speak his mind. First, he’s just like Jin Pal Kang…annoys me everytime I see him. But when the story grows up. His comic reliever act makes me wanna squeeze him or even abduct him to be my boyfriend — I know it was a crazy idea, but y’all know only weird people can read mind of the other weird people like mine. Haha.

And for Jin Pal Kang characters :

I heart her and the way she protect her siblings it just like all sisters in the whole world would do if had unfortunate events. I know I’ll do the same…dump all guys and make my family as a number one priority to survive from this harsh world. She grown up, learn and gain something to move forward. Past is past…I cry every time she deals with new catastrophe in her daily life, but the heartwarming side is that she learn from it and back up with the strong force of happiness. Just like Eun-soo from Shinning Inheritance — like I said, the plot is rather similar.

But the epic one is Jin Pal Kang adopted siblings…all of them were awesome, brilliant cast. Especially all of my life, I saw Park Ji-bin as another great rising child actor along side Yoo Seung Ho.

Both of them got them self a fairy godmother in disguise :

All I can say, even rather similar…it’s promising. Nuff said 😆

cred YT@ HiddenSkyLight

And you guys can watch it on mysoju

Mei signing off ~

Advertisements

I’m running into my first base

Save or OUT?

Itulah pertanyaannya. Gw kan udah bilang kalau akhir bulan ini bakalan re-sign, nah gimana kalau sekarang gw ambil kendali hidup gw?Dengan bantuan temen, gw sama dia majuin usaha warnet milik bos gw…ambil alih dengan modal sendiri. Yang pasti minta harga kontrak yang murah, kalo maju…minta dilelang smua komputernya ke kita berdua. Bosen kalo kerja jadi bawahan orang lain, karena kalau gw punya ide selalu kepentok sama pertanyaan untung dan rugi tanpa di coba terlebih dahulu dari si bos.

Moga-moga aja proposal gw berhasil diomongin hari ini, jadi gw masih bisa internetan dan gak HIATUS!! Tetep ya tujuan gw ONLINE teruuuuzzz :p

Perjalanan hidup gw ke masa depan masih panjang, meskipun baru 25 tahun. Gw pengen nyoba jadi enterpreteur daripada jadi karyawan terus, setidaknya jadi tau medan tempur perinternetan di Indonesia majunya sampai mana?

This is my first hit and I’m running as fast as I can to my first base on the game. Hopefully…It’s a SAVE. And I’m on my gear,,,hahahaha!!

Wish me luck guys!!!

Mei…

Sejarah Korea 105: Pahlawan di negara angkat mereka

Makam-makam  misionaris asing yang imannya tanpa pamrih membantu mempercepat pembangunan korea seabad yang lalu

January 21, 2010
Sekitar 400 orang yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan Korea Yanghwajin dimakamkan di Pemakaman Misionaris Asing di Hapjeong-dong, utara. Oleh Shin Dong-hyun.

Menjadi orang asing di Korea pada pergantian abad ke-20 sudah cukup sulit, dengan tradisi Kong Hu Cu dan Buddha, takut penjajahan oleh negara-negara tetangga dan perang saudara yang akan datang semua berkontribusi merajalela mengakibatkan xenophobia.

Untuk menjadi seorang misionaris Kristen di sini adalah hampir mustahil tanpa tugas berbahaya. Namun beberapa masih datang, percaya bahwa mengindahkan panggilan Tuhan sepadan dengan tantangan yang mereka hadapi.

“Kalau aku punya seribu nyawa untuk memberi, Korea seharusnya memberikan semua,” membaca nisan Ruby Rachel Kendrick seorang misionaris yang meninggal pada tahun 1908 pada usia 24 tahun hanya delapan bulan setelah tiba di sini.  Pernyataan berasal dari sebuah surat yang ia tulis kepada orangtuanya.

Seperti Alkitab dalam butir gandum, Kendrick meninggal sebelum ia bisa melihat Korea menganut ajaran Kristen dengan semangat yang mereka miliki sekarang. Dia dimakamkan di Taman Makam Yanghwajin Misionaris Asing di Hapjeong-dong, utara Seoul.

Menurut situs Web pemakaman, sekitar 400 pengunjung, diplomat dan tentara dari 14 negara yang berbeda dimakamkan di sana, 143 misionaris di antara mereka.

Tetapi dalam tahun-tahun senja Dinasti Joseon (1392-1910), beberapa orang asing dikuburkan di sini memberikan hidup mereka tidak hanya untuk menyebarkan firman Tuhan yang mereka percayai, tetapi juga untuk memodernisasi dan mengembangkan infrastruktur Korea.

Menurut Lee Seong-sil, manajer pemakaman dan seorang pendeta di Peringatan HUT ke-100 Gereja di dekat kuburan, banyak dari mereka datang ke Korea tanpa hubungan pribadi di sini. “Beberapa misionaris asing bahkan tidak tahu tentang Korea, tetapi memutuskan untuk menyebarkan Injil Tuhan di negeri ini ketika mereka sedang di Cina atau dalam perjalanan mereka ke Cina,” katanya.

Para misionaris membangun sekolah-sekolah, panti asuhan, rumah sakit, gereja dan bahkan perusahaan-perusahaan surat kabar dalam apa yang kemudian dikenal sebagai “Kerajaan Pertapa,” terputus dari kontak dengan dunia luar.

“Mereka mengalami penganiayaan dan diperlakukan dengan penuh penghinaan,” Pendeta Lee mengatakan.

Ada cerita di balik setiap batu nisan di Pemakaman Yanghwajin Misionaris Asing.

John William Heron adalah misionaris medis pertama yang dikirim ke Korea oleh Gereja Presbiterian Amerika Serikat, dan misionaris asing pertama untuk dimakamkan di tanah Yanghwajin.

Bawah ini: Jeong Seon menciptakan Yanghwajin gambar ini sekitar tahun 1740.  Kanan bawah: Jeoldusan Syuhada ‘Kuil dan Museum, yang dibangun untuk memperingati pembantaian umat Katolik pada tahun 1866, terletak di sebelah kuburan.

“Heron bekerja sebagai dokter di Jejungwon, rumah sakit pertama di Korea yang memulai pengobatan cara barat,” Pastor Lee menjelaskan.  Ia meninggal pada usia 33 pada tahun 1890 dalam sebuah wabah penyakit yang ia telah coba membantu untuk mengobati.  Pada saat itu, Korea masih dalam tahap kebersihan lingkungan yang buruk dan penyakit menular merajalela.

Heron mengabdikan hidupnya untuk menyembuhkan orang-orang yang tengah sekarat, dan kematiannya telah memberikan kontribusi untuk orang-orang yang meninggal diberikan tempat peristirahatan denga n dibangunnya makam Yanghwajin. Beliau meninggal di tengah teriknya panas bulan Juli, yang sangat tidak memungkinkan untuk memindahkan tubuhnya ke makam khusus orang asing di Incheon ( pada masa itu menguburkan orang pribumi ataupun asing di dalam ibukota sangatlah dilarang ). Untunglah Horace Allen mencatat kejadian akan Heron.

“Ketika ia masih bekerja di Jejungwon, Allen secara ajaib menyelamatkan nyawa Min Young-ik, keponakan Ratu Min, yang luka parah selama upaya kudeta,” Pendeta Lee menceritakan.  “Saat itulah Allen mulai memperoleh kepercayaan di antara orang berposisi tinggi.”

Dokter misionaris menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Raja Gojong untuk memungkinkan penggunaan Yanghwajin sebagai pemakaman bagi orang asing yang telah membantu memodernisasi dan mengembangkan Kerajaan Joseon.

Dekat tempat peristirahatan Heron meletakkan jurnalis Inggris Ernest Thomas Bethell, yang datang ke Korea pada tahun 1904 sebagai koresponden asing Daily News London untuk meliput Perang Rusia-Jepang. Ketika Bethell menemukan negara Jepang Korea merambahankan jajahannya pada kedaulatan Korea, ia memutuskan kalau ia harus mengatakan kepada dunia tentang hal itu, dan secara terbuka mengkritik Jepang di koran yang didirikan, Daehan Maeil Sinbo.

“Dia tidak takut untuk mengatakan kepada dunia tentang kekejaman Jepang di Korea. Hatiku hancur setiap kali aku memperkenalkan orang-orang ini ke liang kubur, “Gyeon Lee-Hyo, seorang relawan pemandu wisata di makam, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian JoongAng pada tahun 2008. Nisan Bethell’s bertuliskan : Hasil perjuangan manusia untuk kemerdekaan Korea”

Sebagian besar lahan yang disiapkan untuk tujuh anggota keluarga Underwood, yang tinggal di  Korea selama empat generasi, mendirikan prekursor  Yonsei University untuk bertempur di Perang Korea.

“Aku lebih suka dikubur di Korea” yang terukir pada batu nisan dari Homer Hulbert, seorang misionaris Amerika yang didukung penuh semangat kemerdekaan Korea dari Jepang. Menurut situs Web pemakaman, Hulbert sering dilecehkan di luar negeri oleh penguasa kolonial Jepang setelah dia menulis buku-buku dan artikel, termasuk satu di majalah National Geographic, yang mendukung kemerdekaan Korea.

Mary Scranton, misionaris Methodis Amerika dan pendiri Ewha Girls ‘School, pendiri lembaga Ewha Womans University, adalah tokoh penting lainnya yang  dimakamkan di pemakaman ini, bersama dengan Henry Appenzeller, misionaris Methodist pertama di Korea yang mendirikan Gereja Methodis Chodong dan Pai Chai Methodist Boys ‘High School, yang juga sejak menjadi universitas, dan Alice Appenzeller, yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan perempuan di Korea.

Bahkan ada seorang pria Jepang dimakamkan di sini, bernama Kaichi Soda, yang peduli dengan anak yatim piatu di Seoul dengan istrinya dalam dua dasawarsa yang akhirnya Jepang menyerah pada tahun 1945, kemudian setelah pulang ia mendesak pemerintah dan rakyat Jepang untuk membuat restitusi yang tepat bagi dosa-dosa mereka selama perang.

Soda diundang kembali ke Korea pada tahun 1961, dan dimakamkan di samping istrinya ketika dia meninggal pada tahun 1962 pada usia 95.

Daerah di sekitar pemakaman juga direndam dalam sejarah tragis. Tahun 1866, di sebuah tebing di dekatnya, sekitar 8.000 umat Katolik termasuk sembilan imam Perancis dieksekusi oleh pemerintah Joseon.  Para martir yang meninggal batu peringatannya terdapat di Jeoldusan  ‘Kuil dan Museum’, yang terletak tepat di samping makam misionaris.

Kuburan itu sendiri adalah terbuka Senin sampai Sabtu.  Pengunjung dapat bergabung dengan tur berpemandu – tersedia dalam Bahasa Inggris, Korea, Jepang atau Cina – dari Jam 10 pagi hingga 3:30 sore, atau kunjungi tanpa panduan 9:30 pagi dan antara 5 sore.

oleh Yim Seung-hye, Kim Jong-rok [estyle@joongang.co.kr]

Penterjemah/Mei[].

Gw pernah baca kisah ini, tapi nggak tau kalau pembunuhan terhadap misionaris-misionaris tersebut didalangi oleh Heungseon Daewongun, ayah dari Raja Gojong yang terlibat konflik kekuasaan sama menantu perempuannya [Ratu Min, istri Raja Gojong].

Jadi pengen nerusin film Sword With No Name, soalnya itu kisah tentang Ratu Min.

Photo collections Korea 2010

Snowmen are displayed as part of the annual Sancheoneo  (Mount Trout) Ice Festival in Hwacheon, Gangwon Province on Sunday.  /Newsis Snowmen are displayed as part of the annual Sancheoneo (Mount Trout) Ice Festival in Hwacheon, Gangwon Province on Sunday. cred/Newsis

People engage in a snow fight at the annual snow festival  in Taebaek, Gangwon Province on Friday. /Yonhap People engage in a snow fight at the annual snow festival in Taebaek, Gangwon Province on Friday. cred/Yonhap
Children learn traditional Korean mask dance at the  National Folk Museum in Seoul on Sunday. Children learn traditional Korean mask dance at the National Folk Museum in Seoul on Sunday.cred/chosun
Children take part in a winter camp program at a  Confucian school in Jeongeup, North Jeolla Province on Tuesday. /Yonhap Children take part in a winter camp program at a Confucian school in Jeongeup, North Jeolla Province on Tuesday. cred/Yonhap
Tourists visit the Bukchon Hanok Village in Seoul on  Tuesday. /Newsis
Tourists visit the Bukchon Hanok Village in Seoul on Tuesday. cred/Newsis
People celebrate the New Year at the Bosingak Bell  Pavilion in Seoul on Thursday. /Newsis People celebrate the New Year at the Bosingak Bell Pavilion in Seoul on Thursday. cred/Newsis

When they played among the snow[IBT’s Pic]

Jobin: This taste like Christmas…

Han Min Gwan: This is for my mini hompi!!

Kim Joon: It’s freaking cold hyung…>..<

Marco: Don’t bully the prince!!

Kim Joon: Be hold the prince and pre historic-wild monkey power…

Kim Joon: Now…THAT’s what I call payback! 👿 kekekekeke…

Han Min Gwan rivalry(?) against Kim Joon is sooo damn cute!!

My Other Dirty Pleasure: Knitting

Iya, gw tau klo ngerajut itu kerjaan nenek-nenek yang udah gak ada kerjaan. Dan pernah temen gw sampe ngeledek, “Mei…tinggal lo pake kacamata dan bergoyang ria duduk di kursi goyang bareng rajutan lo itu.” ~ Ehmmm…gw sejak 10 taon lalu dah pake kacamata say,,,dan tetep gw gak bisa ngebuang kesukaan gw ama yang namanya ngerajut itu.

Awalnya gw kenal yang namanya ngerajut dari almarhum nenek. Pertamakali yang diajarin sama beliau itu crochet. [Pic below]

Asli, gw bergumul dengan chrocet dari kelas 5 SD dan hasilnya…:( parah beuh. Gak ada hasilnya sama sekali. Pernah gw pengen banget bikin tatakan asbak di rumah, sekalian mo pamer sama si mommy, tapi taunya hasil akhir ancur abis. Liat model-model majalah yang pake topi beanies, gw juga pengen bikin…tapi ayal…malah jadinya kayak sarung remote TV 😦

Padahal Beanies kan lucu-lucu^ ^

Tapi setelah bergumul begitu lama, NO PAIN NO GAIN!! Alias ngumpulin duit jajan beliin benang wol dan juga hakpen. Pada akhirnya, gw bisa buatin syal buat temen gw pergi ke Taiwan. Tas kecil buat wadah duit kencringan ~ yaaah, meskipun cara buatnya sedikit ektrim karena gw belajar secara otodidak. Sepertinya belajar secara otodidak itu emang bisa jadi trademark dalam hidup yang gw jalanin[belajar bhs Korea otodidak, ngerajut juga otodidak]. Dua-duanya guru gw dalam hal rajut-rajutan, dalam hal ini nenek gw[guru chrocet], sebelum mengajari lebih lanjut bagaimana jurus-jurus pamungkasnya udah dipanggil Tuhan terlebih dahulu. Dan satu lagi, mamanya mantan bos gw yang namanya Ayi A Sien[guru knitting] jarang main lagi ke Vihara dan denger2 sih sekarang ada di Semarang. Ayi ngajarin gw waktu nginep di rumah, karena keterbatasan alat gw juga belajar dasarnya doang tapi lumayan juga.

Hehehe…jadi selama bertahun2 itu gw masih belom expert. Soalnya cuman bisa bikin syal dan tas kecil doang buat rajut sistim chrocet. Dan bodohnya gw…gw lupa nanya sama diri sendiri, “Why Youtube exist?” — OMG!! Padahal gw nyari-nyari cara gimana ngunci knitt-an gw sejak 2005. Jadi gini, setelah gw belajar knit dan hasilnya lumayanlah buat newbie, berhubung yang ngajari udah balik ke Semarang…gw lupa gimana nguncinya. Jadi yang ada, rajutan gw itu bagai jalan yang tak berujung. Dan baru 1 minggu yang lalu liat lesson di YT.

cred.verypinkknits

dan cara itu berhasil gw pelajarin dalam jangka waktu 2 menit. Sumpah, gw ngerasa bego banget, jadi ngerasa ‘kemana aja gw dulu?’…sering stream YT tapi lupa buat hal yang beginian…taunya nyari2 variety show mulu 🙂 hehe.

Dan hasil gelo gw selama 2 hari kemarin adalah ini:

yah…lumayanlah buat nubitol ini dalam hal berkreasi :getok:

Tadi temen gw si Diksan dateng, trus nanya “Bikin begituan mo ngasih ke siapa?”. Dengan berat hati, pertanyaan itu menohok tajam bagaikan belati. Dan gw jawab dengan polosnya….”NO ONE”. Horror gak sih?

Dan gw musti berterimakasih sama sobat gw Anita{cute}…Cute, lo udah ngeluarin gw dari dunia yang sangat durjana, I’m using sumpit sekali pake buat ngerajut karena di sini gak ada yang jual. Meskipun ada, musti pesen dulu. Tapi cute malah beliin gw di Bandung 2 pasang. Yang satu jarum ukuran sebesar jempol dan satu lg yang gw pake sekarang.

Thanks ya!!

Dan ternyata maknae gw juga si Dong ho {U-Kiss} ngerajut juga…Aseeeemmmm!! Hiks…hiks…benangnya bikin ngiler,,,harganya juga bikin ngiler…ade  gw cek di Jakarta sekitar 60 rebu IDR ato lebih. Sekarang harga benang wol-nya aja 8000/gulung IDR, gw ampe cengo pas beli…perasaan dulu masih 6000-an/gulung :p

cred.ohriman

Andaikan gw kenal ma si Dongho, gw pasti minta diajarin ma dia…hehehe…

Mei: Dongho-ya, nuna ga kuroke manmanhani?[Dongho, am I that easy?]

Dongho: Nae…manmanhae.[Yes, your easy sist]

hahahaha….

I press the button and signing off…

Invincible Baseball crazyness ;)

Kalo gak salah gw dah janji mo bikin recap episode The golden Glove award 2009 parodynya di sini. Cuman lagi males…so, gw ngubek2 warung si mbak You. Dan dapet yang lucu, gw sih dah liat…cuman pengen berbagi kegilaan aja…hehe…

credYT@kimjunfanclub

dan juga ini. credYT sama kyk yg diatas.

Gw jd sedih denger kata-kata perpisahan Kim C di situ. Dia gak bakalan megang posisi manajer di 2010, alhasil pertandingan 2 minggu lalu bikin stress dengan kekalahan karena gw gak suka dengan posisi line upnya Kyung Pil. Tapi pas liat pertandingan Sabtu kemaren, Amazing yet frustrating game. Moga-moga pas mereka latihan di Saipan bisa lebih berkembang kemampuannya.

My best MVP for now is Mario.