Youth Culture – School


Jam sekolah di Korea (Korea Selatan) dimulai jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore, dari hari senin sampe jum’at dan pada hari sabtu jam belajar mereka lebih panjang dari biasanya sampe malam hari. Libur panjang mereka di musim panas dan musim dingin. Kalau jam sekolah usai, mereka langsung pergi ke tempat les private(baik siswa SD-SMP-SMA)yang biasa di kenal dengan hagwon (학원) di sana mereka belajar sekitar satu/dua jam, kemudian pulang kerumah hanya untuk makan malam terus pergi ke sekolah lagi untuk belajar lagi sampe jaqm 10 malam.

Alasan kenapa punya jam sekolah yang cukup panjang (gak tau sama negara lain ya, belum ngebandingin) adalah untuk bisa masuk ke universitas terbaik di Korea. Tentunya untuk bisa masuk ke top university tersebut, mereka harus punya nilai bagus dan tidak gagal saat ujian nasional. para orangtua di korsel tampaknya sangat berbeda dengan cara mendidik anak-anak di Indonesia, mungkin pada jaman dulu para orangtua menilai bahwa pendidikan itu penting, dan anak-anak harus belajar dengan giat, nilai dibawah standar keinginan orangtua, siap-siap saja gagang sapu atau apapun jadi senjata. Seiring perubahan jaman, kekerasan seperti itu sepertinya sudah berkurang.

Tetapi di Korsel, jaman-jaman dimana kita harus pulang bawa nilai bagus di rapor, dapat pujian dan juga hadiah atau pulang bawa nilai jelek yang didapat caci maki dan juga pukulan masih ada. Mereka ingin anak-anaknya masuk sekolah supaya pintar, bisa masuk ke universitas ternama dengan nilai yang bagus pula agar nantinya saat terjun dimasyarakat mereka dapat pekerjaan yang layak dengan harapan gaji yang tinggi sesuai dengan gelar mereka. Memang hal seperti itu adalah impian semua orangtua melihat anak-anaknya sukses, tapi sepertinya tipikal orangtua di korsel termasuk orangtua yang selalu memberikan tekanan jika menyangkut masalah pendidikan.

Pemerintah pun, saat ujian berlangsung, menganjurkan jam-jam sibuk orang-orang yang hendak pergi ke kantor dimundurkan agar anak-anak yang akan mengikuti ujian masuk universitas tidak ada hambatan ketika pergi ke tempat ujian berlangsung, penerbangan pun mengalihkan jalur penerbangan yang biasanya melewati sekolah-sekolah ke jalur lain. Para orangtua kemping di halaman sekolah hanya untuk menyemangati anak-anak mereka ada juga yang khusuk berdoa supaya anaknya bisa melewati ujian ini dengan baik dan juga hasil yang baik pula.

Tetapi untuk sebagian siswa/i, ujian seperti ini tidak bisa mereka terima dengan baik. 13 November, hari dimana ujian yang mereka sebut ‘hell exams’ adalah hari dimana kasus bunuh diri siswa/i mencapai puncak tertinggi.

para siswa/i kelas 3 yang sengaja tidak ikut ujian nasional sebagai bentuk protes tentang kesalahan sistem edukasi di korsel. Seperti yang dibilang tadi, lulus tidaknya mereka menentukan akan kemanakah nasib mereka berlanjut. Sama seperti sistim edukasi kita yang menentukan standar kelulusan dengan nilai yg cukup wah dan kemungkinan TIDAK lulus pun masih banyak.

Meskipun pemerintah sudah mengurangi 3 universitas yang mendominasi dunia perkuliahan (Seoul National university, Korea University, dan juga Yonsei) tetapi tetap saja kalau uang yang bicara, sistem hanya dapat dirubah sedikit.

Tekanan untuk bisa masuk ke 3 besar Univ tersebut semakin tinggi, oleh karena itu banyak siwsa/i yang gagal, menentukan pilihan untuk bunuh diri. setidaknya tercatat 200 siswa/i yang bunuh diri dalam setahun di saat-saat ujian terpenting dalam hidup mereka.

sumber:rangkuman keseluruhan dari koreasparkling (the peak of teen suicide season in korea),ohmynews(on a college entrance exam deathwatch)

nasib mereka sama aja ya kayak anak-anak sekolah di sini, cuman kayaknya beban anak-anak skul sini gak seberat mereka, jaman SMA gw aja, mo ujian biasa kek, kenaikan kelas kek apalagi ujian nasional masih bisa nyantai. Itupun termasuk anak-anak yg tergolong kategori pasti lulus.

14 thoughts on “Youth Culture – School

  1. permisi cuman mau nanya.. jadi tuh orang orang korea di sana hari senin sampai juman pulang jam 3 terus les terus sekolah lagi? ato yang pulang les trs sekolah lagi itu cuman hari sabtu?

    • mereka bisa pulang sampe jam 11 malem di hari biasa sekolah, tapi mungkin bgmn kebijakan kurikulum sekolah masing-masing ya…

  2. saya sekolah di salah satu rsbi di indonesia…klo di korea pelajaran pukul 09.00, tapi di sekolah saya 06.45…tapi sama2 berakhir pukul 15.00…jadi ya, memang bikin frustasi…pelajaran lama, gurunya banyak yang membosankan, itupun sampai rumah sekitar puku 18.00 karena harus ada ekstra, belum lagi tambahan belajar di malam hari…saya merasa itu kurang efektif, dan nilai raport saya benar-benar pas2an….saya harap di perkuliahan nanti saya bisa lebih baik memperbaiki nilai🙂

    • bagus klo ada niat untuk memperbaiki nilai dan belajar lebih giat lagi pas nanti masuk perkuliahan. Well, sekolah ntu penting buat masa depan, tapi yang jadi tolak ukur adalah pribadi masing-masing sih.School isn’t about who you are, but who’ll you be ^__^…hehehe (*plok* mei sok ngeguruin :p )…fighting!!!

      • iyaaa….makasihh dukungannya..hahaha, saya harap pendidikan di indonesia bisa lebih bagus,,,g cuma bikin anak bangsa cuma bisa ngerjain tgs sekolah, tapi juga bener-bener pinter, luar-dalam….(halah sok tau…haha), kakak nih k-pop yahh??

  3. tentu di dukung lah…amiiinnn…ntu doa sejuta umat buat pendidikan di Indonesia.
    K-poppers & K-drama addicted! Hahaha…sekarang suka ma K-pop n k-drama bukan hal yang ‘tabu’, dulu banget pas pertama kali suka yang berbau-bau Korea gitu, berasa jadi maling…wkwkwkw…bayangin udah kurang lebih 11 tahunan ampe sekarang. Boleh dibilang generasi pertama banget…koq curhat???hehehe…

  4. ohhh…that’s awesome dongg… sebelas tahun bokk😛 itu menandakan kakak emang bener2 suka k-pop dan gak ikut2an sesuatu yg lagi booming….haha, padahal temen2 ku banyak yang aku ledekin soalnya suka k-pop itu bagian yang alay2 nya,,,,hahahaha,,,,klo kakak bisa suka sampai sebegitu lama sampai awalnya kayak ‘maling’ itu patut di kasih jempol tiga (lohh??!)
    Anyway your blog open my mind about korean things…keep post sista😀

    • Sebenernya kakak juga rada bete sama anak-anak jaman sekarang yang katanya tau K-pop padahal cuman ikut-ikutan doang karena lagi booming. K-pop itu menurut kakak sekarang jadi bagian dari sebuah sejarah musik dunia setelah invasi musik Amerika, Inggris, dan Jepang. Alesannya? Variety alias banyak, kiblat mereka juga masih Amrik klo soal musik. Makanya musik Korea bisa berkembang pesat dan jadi salah satu faktor pendukung ekonomi negara.
      Hehehe…curcol lagi deh…

      • wahh, iya bgt…pas si korea lagi booming, aku merasa ada yg ganjil…katanya temen2 q yg maniak k-pop orang korea nasionalisnya tinggi….tapi kok yahh, g beda2 sama amrik…cuma mreka punya wajah lucu and muka cantik ajjah,,,,
        klo aku sihh, ngefans sama indo and jerman *ngikut curcol dehh…
        kepinginnya sih, ntah fashion atau musik dari jerman sono bisa sempet booming…tapi mereka terkenalnya maniak belajar sihh…jadi merasa blo’on sendiri di sana,,,😀 rock on dehh, buat kakak…

  5. yup…sebenernya klo soal musikalitas, Korea itu mampu adaptasi dan jago bikin peluang aja. contohnya…sekarang kan lagi in yang namanya dance shuffle. Tiara grup korea pake shuffle dance di MV-nya dan jd mark mereka padahal shuffle dated back ke era jaman gw SD, yg sering dance itu MC Hammer, Paula Abdul…Wonder Girl di klip barunya pake dance gaya retro old skul gt http://www.youtube.com/watch?v=7EZTUYwjWBs
    Indonesia ketinggalan jauh banget klo soal adaptasi. Boyband boleh marak di Indo, tapi Korea variatif. Setiap boyband/girlband punya indentitas masing2 yang bikin mereka survive, gak kayak di sini…lagu/musiknya gak berani eksplor, setengah2 gitu. Jerman bagus musik buat clubbingnya ^___*…aiyayayayaya….curcol nih???gak apa2 dibilang maniak belajar daripada maniak yang laen???sapa tau pulang2 jd Einstein :p wkwkwkw…

  6. well, actually im still in indonesia…nemu org jerman yg fashinista and music-freak itu bisa di.itung pake jariii…hihihiyy

  7. kalaupun gak di terima di univ. paling nggak kan mereka masih punya ilmu. apalagi jam belajar mereka panjang banget, jadi ya pasti ilmu mereka semakin banyak. dan mereka sebenernya masih bisa melakukan sesuatu dari ilmu itu dari pada bunuh diri! pokoknya never give up lahh apalagi kalo punya ilmu banyak mah!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s