Gimana sih pernikahan kerajaan ala Joseon?


Image

Korean Times

Gimana ya rasanya kalau Raja dan calon Ratu pada dinasti Joseon menikah? Mungkin lebih megah dan gegap gempita dibandingin sama perhelatannya mas Anang sama Ashanty kemaren itu ya?? wkwkwkw…

Well, readers…menurut gambar peragaan diatas, begitulah situasi pernikahan kerajaan dinasti Joseon (1392-1910). Protokol kerajaan yang sempat absen selama kurang lebih 145 tahun akhirnya kembali ke Korea dari tangan Perancis, dan dikatakan dalam buku tersebut bahwa pernikahan kerajaan memang extravagan dan luar biasa.

Banyak sekali pengiring di belakang sang Raja sementara pemain musik senantiasa mengisi seluruh lapangan perhelatan dengan suara musik yang gempita menambah kemegahannya. Pada hari Senin, Museum Nasional Korea, bekerja sama dengan Dewan Presiden tentang Branding Nation memeragakan kembali pernikahan kerajaan di Seoul. Hal itu untuk menghidupkan beberapa konten protokol Uigwe tersebut.

Image

Untuk pernikahan tersebut, kerajaan memperkerjakan sekurangnya beberapa ribu orang dalam bebrapa bulan hanya untuk mengatur prosedur dari enam aspek untuk upacara pernikahan. Prosedur ini terdiri dari “napchae”, “napjing,” “gogi,” “chaekbi,” “chinyeong” dan “dongrae.” “Napchae” adalah mengirim utusan dengan surat lamaran resmi untuk calon ratu masa depan, sedangkan “chaekbi” adalah penobatan calon ratu menjadi ratu di masa depan dan “dongrae berarti hubungan pernikahan kerajaan.

Jubah merah pernikahan dan mahkota calon ratu dihiasi dengan karya-karya seni simbolis. Pakaian berwarna merah calon ratu merupakan simbol akan perannya membantu raja dan berkat lebih lanjut untuk raja. Pola sepasang burung pada jubah menandakan harmoni antara yin dan yang, atau kedekatan antara pasangan kerajaan yang akan menikah.

ImageDengan seiring banyaknya drama-drama kolosal yang populer dimasyarakat, sekitar 200 orang menghadiri acara tersebut termasuk Choe Kwang-shik, menteri kebudayaan, Lee Bae-yong, ketua Dewan Presiden tentang Branding Nasional dan Kim Young-na, direktur Museum Nasional Korea .

 

translated by Mei.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s