White Boned Demon

 

 

I thought that probably she’s crazy….If she blame me for my mistakes, okay? I get it…I admitted that I’m wrong. But blame by false accusing…man…that suck!!

That white boned devil!! Acted like she was god…no one good at her eyes. ONLY HER that have compassion. Dang…if only that she really knew God… Confucius  my ass, I learn Confucius before I knew my GOD…but there’s none of the teaching about acted self righteous and god-like in bikini’s. Probably in my past life, I still have to pay my Karma to her…..That biatch…Arggggggg!!!

I already kill her in my mind…now smile, mei…It’s gonna be okay!

 

signing off….

Jeong Yak Yeong

Mmmm…gw udah pernah bilangkan kalo tokoh yang gw suka itu Jeong Yak Yeong, cuman belom ada kesempatan kenalan sama beliaukekekek…

“The pain is few to a benevolent man .

The pain just continues to a fool.” — Jung Yak Yeong.

Jung Yak Yong itu orang yang sangat jenius. Bukan hanya seorang administrator, tapi juga seorang insinyur dan sarjana. Kisah kehidupannya sering disisipkan didalam drama-drama Korea semisal di bawah ini.

Sunkyungkwan Scandal dan masih banyak lagi….

Jeong Yak-yong (1762-1836, dikenal juga sebagai Dasan) adalah seorang filsuf Korea terkemuka di akhir Dinasti Joseon. Dia biasanya sudah dianggap sebagai salah satu pemikir terbesar dari “Belajar Praktis” yang disebut (Silhak) gerakan. Jeong berpikir bahwa Neo-Konfusianisme, ideologi dominan waktu itu, tidak memiliki relevansi dengan kepraktisan dan waktu, menunjukkan kebutuhan untuk menghargai kembali semangat Konfusianisme awal pada umumnya, yaitu, kepraktisan. Jeong Yak-yong adalah salah satu orang yang pindah agama ke Katolik Roma pada saat itu.

Jeong lahir di keluarga yang beranggotakan 4 laki-laki dan juga seorang kakak perempuan. Keluarga ini dianugerahi kecerdasan yang luar biasa, dan Raja Jeongjo yang memerintah Jeoseon pada waktu itu pun mengakui potensi dan bakat keluarga tersebut meskipun keadaan mereka sangat miskin. Sebagai anak paling muda dia banyak belajar dari kakak-kakaknya, melahap hampir semua buku dari perpustakaan keluarga dan berbakat dalam hal menulis.

Beliau itu orang kepercayaan Raja Jeong jo, sebagai agen rahasia [Amhaenghosa] dia sering di kirim untuk mempelajari dan memata-matai  kegiatan-kegiatan pemerintahan di daerah dan mencoba untuk memecahkan permasalahan antara pemerintah dan masyarakat. Berkat sering melihat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pejabat, membuat matanya terbuka, dan pelanggaran-pelanggaran tersebut banyak disebutkan dalam buku karangannya.